Sebelum hari raya kemarin kami mengunjungi makam ibu suami dan mama saya. Berziarah ke makam keluarga rupanya membawa kesan yang mendalam pada Cia. Setelah diberitahukan tentang "rumah" uti, Cia mulai bertanya2.
"Bun, yang di makam itu siapa?"
"Yang di makam itu Uti. Bundanya ayah dan bundanya bunda."
"Kok, bundanya ayah dan bundanya bunda panggilnya Uti. Trus uti yang di sekarang juga uti?"
"Iya, utinya kakak ada banyak. Uti yang di makam itu bundanya ayah, bundanya bunda; yang melahirkan ayah bunda. Uti yang sekarang itu istrinya kakung."
"Kenapa kok rumahnya di makam?"
"Karena sudah meninggal."
"Kenapa meninggal? Emang sakit?"
"Bundanya ayah sakit. Kalau bundanya bunda ketabrak mobil."
"Kenapa kok meninggal. Kan nggak sakit?"
"Ya kalau ketabrak mobil itu sakit, kak. Kebentur lehernya bagian belakang. Kena pusat nafasnya jadi berhenti nafasnya."
"Aku jatuh nggak papa. Masih bisa bernafas."
"Ya kakak jatuh yang kena lututnya. Makanya jalannya hati-hati, jangan lari biar nggak jatuh. Uti jatuh kena lehernya yang ada pusat nafasnya makanya meninggal."
"Kalau nggak ketabrak berarti nggak meninggal?"
"Iya."
"Kenapa mobilnya nabrak? Emangnya nggak liat?"
"Ya karena mobilnya ngebut jadi oleng dan nggak liat akung sama uti yang udah berhenti. Trus nabrak motor yang dinaiki akung ma uti."
"Mobil apa yang nabrak?"
"Mobil pick up."
"Trus bunda yang nolongin?"
"Bukan. Yang nolong pak polisi."
"Ooo pak polisi, trus dibawa ke rumah sakit sama pak polisi?"
Sampai di sini saya tertegun. Betapa Cia mampu menghubungkan runutan kejadian berdasarkan cerita yang didengarnya.
Dia meminta saya mengulang-ulang cerita ini bagai dongeng. Berkali-kali dia menanyakan kejadian 12 tahun lalu. Seakan ingin mengetahui setiap detail tentang leluhurnya.
Ziarah semacam ini bermanfaat untuk mengenalkan anak-anak tentang leluhurnya. Mengajak anak untuk mulai mengenali pohon keluarganya.
Ketika ditunjukkan foto mama saya, Cia seperti tertegun. Mengamati setiap foto yang ditunjukkan kepadanya sambil beberapa kali mengulang-ulang pertanyaannya.
Saya mencoba menanyakan kembali jika pertanyaan yang sama sering diulangnya. Dan Cia mengulangi cerita saya dengan tepat.
Mungkin tahun depan saatnya malaksanakan proyek membuat pohon keluarga.
No comments:
Post a Comment