Pages

Saturday, 27 May 2017

Selamat Datang Ramadhan

Kuliah menyambut 1 Romadhon

Romadhon kali ini kakak diajak puasa lagi setelah sukses puasa bedug tahun lalu.hehe. Bedanya, jika tahun lalu diajak puasa hanya bermodalkan pengertian puasa yang tidak makan dan tidak minum dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Tahun ini awal romadhon diwarnai dengan pertanyaan "kenapa".

"Kenapa aku mesti puasa?"

Dari sini emak belajar lagi tentang makna puasa. Dijelasakn sedikit tentang bagaimana rasanya menjadi seseorang yang tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan. Sampai penyampaian sedikit tentang meraih ridho ilahi. Dimana ketika kita berpuasa, semakin mendekatkan kita pada Sang Pencipta. Sampai di sini pernyataan yang muncul adalah

"Brarti aku kalau puasa disayang Alloh, jadi temennya Alloh, dong!"

As simple as that. Hehe. Oke, tidak puas dengan hanya jawaban iya mulai ngelantur ke pertanyaan lain.

"Emang aku ini muslim, Bun?"

Wah, berat pertanyaan ini. Sementara dijawab bahwa dia dilahirkan dalam status muslim dan kebetulan emak bapaknya insya Alloh muslim maka dia pun muslim.

Rupanya masih ada pertanyaan lain yang mengusik pikirannya.

"Brarti ada orang yang nggak muslim, ya, Bun. Kaya Mei Mei, Jarjit..." lalu satu persatu karakter kartun disebutkan apakah dia muslim atau bukan.
Si emak menambahkan temannya yang bukan muslim. Mulai manggut- manggut.

Lalu yang mengejutkan dia menyimpulkan

"Bun, aku jadi bukan muslim aja, deh, biar nggak usah puasa."

Waaaaa....ini emaknya mulai panik.hehe kesimpulan yang meleset. Akhirnya kembali ke diskusi awal tentang fitrah dan warisannya dan tujuan akhir dirinya diciptakan di dunia ini, adalah untuk mendapat ridho Penciptanya.

Setelah diskusi panjang kali lebar kali tinggi akhirnya dia ikhlas untuk berpuasa. (Eh, ngomongin  ikhlas ada bahasannya lagi kayanya walaupun telat.hihi). Tanda sukses dia berpuasa antara lain:
- berjanji akan bangun sahur
- mudah dibangunkan saat sahur
- nggak rewel saat makan sahur
- nggak rewel minta makan atau minum ini dan itu.
- berbuka dengan senang

Pagi harinya ketika melihat adeknya sarapan

"Eh, adek, kok, nggak puasa. Aku juga nggak puasa, ah..."

Aihhh...lalu emak bapak bertugas menjelaskan lagi.

Lucunya setiap ada iklan di tv tentang makanan dia selalu nyeletuk

"Eh, itu nggak puasa ya, Bun?"

Dan emak harus memutar otak mencari jawabannya.hihi

Keep your spirit Kakak.

Thursday, 25 May 2017

Our Convos: "Adakah Mainan di Surga?"

Bogor, 24 Mei 2015
 
Malam ini setelah maghrib Aqila belajar menulis atas inisiatif sendiri. Setelah sukses menulis angka 1 2 3 dari kanan ke kiri , dengan bangga dia tunjukkan kepada saya. Beberapa saat kemudian baby Beebee dengan kekepoannya ikut nimbrung corat coret yang membuat tidak nyaman si kakak. Sudah diberi papan lain rasanya bayi ini berpikir bahwa punya kakak selalu lebih menarik untuk dipinjam . Setelah berkutat tukar menukar papan akhirnya si kakak memutuskan untuk mengambil buku cerita. (Kekepoan baby ini menjadi pe er emak supaya duo krucil tetep happy).

Buku yang diambil adalah kisah 25 Nabi dan Rosul. Haaa, ini pe er banget buat saya bagaimana menceritakan kisah-kisah ini sesuai nalar anak usia 5th. Untungnya dia menanyakan gambar-gambar yang ada di buku. Jadi emaknya bisa sedikit berimprovisasi dengan bahasa yang mudah dia mengerti.

"Selesai" buku 25 Nabi dan Rosul, Aqila mengambil buku lain kisah Nabi Muhammad. Buku ini lebih mudah untuk diceritakan karena banyak gambar dengan bahasa yang sederhana. Kisah singkat Nabi Muhammad dari bayi sampai ketika Rosul harus ikut pamannya ini berhasil menarik perhatian Aqila, sampai minta dibacakan lagi.


Dari kisah itu, dia menganalogikan dengan kisahnya sendiri.
"Kan bunda yg nenenin adek. Trus bunda kan tidak sakit," begitu katanya.
Lalu saya jelaskan bahwa itu kisah Nabi Muhammad. Dan kisah setiap orang berbeda. Saya jelaskan mengenai sedikit riwayat hidupnya. Rupanya ini cukup membuatnya memahami tentang kisah perjalanan hidup. Saya ceritakan mulai dari dia bayi hingga punya adik bayi jika dia menjadi anak baik dan sholihah maka ayah bunda bahagia. Kisah Nabi Muhammad sudah lama terjadi. Nah, karena masih senang dengan dino, dia bertanya lama mana kisah Nabi dengan dino. Aw..aw..masih tidak ketinggalan di setiap cerita si dino.hehehe.


(Proses bercerita ini pun harus menyesuaikan dengan tingkah baby Bee yg tdk mau ketinggalan baca dan sedikit memonopoli buku.hehehe)

Dari seluruh cerita, rupanya kakak mengambil kesimpulan bahwa dia harus menjadi anak sholih. Supaya dapat syafaat dan masuk surga. Dan di sinilah muncul pertanyaan amazingnya.
"Adakah mainan di surga?"


Lalu saya dicecar dg berbagai macam mainannya masihkah dia bisa main di surga? Life is so simple in her mind. Lalu saya tegaskan bahwa nikmat tertinggi ketika kita masuk surga adalah berjumpa dg Alloh. Sampai di sini rupanya sudah puas dia bertanya (untuk saat ini). hehe


Another story of Cia