Romadhon kali ini kakak diajak puasa lagi setelah sukses puasa bedug tahun lalu.hehe. Bedanya, jika tahun lalu diajak puasa hanya bermodalkan pengertian puasa yang tidak makan dan tidak minum dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Tahun ini awal romadhon diwarnai dengan pertanyaan "kenapa".
"Kenapa aku mesti puasa?"
Dari sini emak belajar lagi tentang makna puasa. Dijelasakn sedikit tentang bagaimana rasanya menjadi seseorang yang tidak mempunyai apa-apa untuk dimakan. Sampai penyampaian sedikit tentang meraih ridho ilahi. Dimana ketika kita berpuasa, semakin mendekatkan kita pada Sang Pencipta. Sampai di sini pernyataan yang muncul adalah
"Brarti aku kalau puasa disayang Alloh, jadi temennya Alloh, dong!"
As simple as that. Hehe. Oke, tidak puas dengan hanya jawaban iya mulai ngelantur ke pertanyaan lain.
"Emang aku ini muslim, Bun?"
Wah, berat pertanyaan ini. Sementara dijawab bahwa dia dilahirkan dalam status muslim dan kebetulan emak bapaknya insya Alloh muslim maka dia pun muslim.
Rupanya masih ada pertanyaan lain yang mengusik pikirannya.
"Brarti ada orang yang nggak muslim, ya, Bun. Kaya Mei Mei, Jarjit..." lalu satu persatu karakter kartun disebutkan apakah dia muslim atau bukan.
Si emak menambahkan temannya yang bukan muslim. Mulai manggut- manggut.
Lalu yang mengejutkan dia menyimpulkan
"Bun, aku jadi bukan muslim aja, deh, biar nggak usah puasa."
Waaaaa....ini emaknya mulai panik.hehe kesimpulan yang meleset. Akhirnya kembali ke diskusi awal tentang fitrah dan warisannya dan tujuan akhir dirinya diciptakan di dunia ini, adalah untuk mendapat ridho Penciptanya.
Setelah diskusi panjang kali lebar kali tinggi akhirnya dia ikhlas untuk berpuasa. (Eh, ngomongin ikhlas ada bahasannya lagi kayanya walaupun telat.hihi). Tanda sukses dia berpuasa antara lain:
- berjanji akan bangun sahur
- mudah dibangunkan saat sahur
- nggak rewel saat makan sahur
- nggak rewel minta makan atau minum ini dan itu.
- berbuka dengan senang
Pagi harinya ketika melihat adeknya sarapan
"Eh, adek, kok, nggak puasa. Aku juga nggak puasa, ah..."
Aihhh...lalu emak bapak bertugas menjelaskan lagi.
Lucunya setiap ada iklan di tv tentang makanan dia selalu nyeletuk
"Eh, itu nggak puasa ya, Bun?"
Dan emak harus memutar otak mencari jawabannya.hihi
Keep your spirit Kakak.