Pages

Sunday, 27 August 2017

Ini Slime Apa Oobleck?

Sudah sejak lama Cia meminta dibelikan slime. Saya masih menunda karena belum bisa menerima kenyataan pahitnya membersihkannya. 😬😬😬

Setelah meminta untuk kesekian kalinya akhirnya emak mengiyakan sambil menyiapkan mental untuk bebersih nantinya. 

Lha ndilalah, kok, ya udah nggak musim slime. Dati beberapa penjual mainan slime yang dijual sangat sedikit dan bentuknya sangat cair sehingga mudah berceceran. Dengan berbagai bujuk rayu akhirnya Cia bersedia tidak beli slime. Tetapi dia meminta untuk membuat slime sendiri. 

Ketika mendapatkan jadwal kegiatan harian, Cia bersemangat karena hari minggu adalah hari berkarya. Dia bisa membuat apapun. Langsung saja slime menjadi idenya. 

Saat hari minggu tiba, langsung saja Cia minagih jatahnya. Dia merengek untuk membeli bahan pembuat slime. Emak tak mampu mengelak meskipun sedang tidak enak badan. 

Dari berbagai resep pembuatan slime di internet, terdapat satu resep yang mudah bahan dan cara pembuatannya. Dengan modal tepung dan shampoo. Setelah dicoba ternyata hasilnya kurang memuaskan.

Akhirnya kami memodifikasi resepnya. Menambah tepung, air, garam, dan pewarna makanan. Entah berapa perbandingan pastinya, namun hasilnya malah mendekati oobleck. 😁😁. Meski begitu Cia senang sekali berbelepotan ria. Bee yang melihat keseruan itu tidak mau ketinggalan. Bee langsung ikut nimbrung bermain oobleck.

Oobleck memang unik. Dia akan menjadi padat jika ditekan-tekan. Namun akan menjadi cair ketika di tuang. Sudah lama emak penasaran dengan oobleck namun Cia masih belum mau diajak bereksperimen. Pada mulanya Cia kurang suka dengan ide oobleck namun ketika mengetahui keunikanya Cia langsung terlarut di dalamnya.