Entah apa yang mengembalikan pesona kuda poni menggantikan dino. Semenjak dua bulan lalu topik kuda poni menyeruak kembali ke permukaan. Segalanya serba karakter ini. Dino terlupakan, lagi.
Cia kembali menggandrungi kuda poni. Meminta ini itu serba kuda poni, padahal mainan kuda poni sudah memenuhi rumah.
Kali ini tas ransel dan kasur berkarkter ini yang menjadi topik hangat di setiap obrolan santai kami. Kasur masih bisa dinego dengan set seprei, yang ditagihnya terus-menerus.hihihi. Perlu keahlian khusus untuk menghentikan rengenkanya soal perkasuran ini.
Yang tidak kalah heboh adalah tas ransel berkarkter kuda warna-warni ini. Walaupun Cia sudah memiliki beberapa tas bergambar poni yang didapat dari kadonya masih saja dia menginginkan ransel.
"Kakak, kan udah punya dua."
"Tapi yang ransel belum punya, Bun. Buat sekolah."
"Yang punya kakak itu juga bisa dipakai, lho."
"Tapi bukan ransel."
"Ya, sama aja. Lagian katanya mau sekolah di rumah, kan nggak perlu bawa tas segala."
"Ga papa, Bun buat tempat buku."
Kalau sudah ada acara ngeyel begini solusi satu-satunya untuk mendiamkannya sementara adalah dengan memantrainya.
"Oke, nabung dulu, ya."
Sementara mantra ini yang bisa mengajanya berpikir logis sementara waktu.
Hari ini kebetulan adalah peringatan hari lahir adiknya. Beberapa kerabat menghadiahi kado Bee. Tapi justru Cia yang lebih antusias membuka setiap kadonya. Dan taraaaaa.... salah satu kado ternyata berisi tas ransel kuda poni. Langsung saja Cia berbinar-binar dan mengklaim bahwa ransel itu adalah miliknya dengan dalih ulang tahun bersama-sama, adik masih terlalu kecil sedangkan tasnya terlalu besar, dan adik tidak suka karakter itu.
Berbagai negosiasi tidak berhasil dilakukan maka jadilah klaimnya terhadap tas tersebut diakui. Dan klaim tersebut dibuktikan dengan penuhnya tas akan mainannya, digendongnya ransel tersebut kemana-mana, dan dikeloninya ransel poni itu saat tidur.
Kabar baiknya adalah adik boleh "meminjam" ransel poni itu.
Fuih...masih belum paham konsep ulang tahun, yang dipahaminya adalah pemberian hadiah kenang-kenangan. Fine, Bee masih dapat tiga boneka dan satu baju, Emak berencana meberi mainan karater kesukaan Bee jadi tak apalah berbagi hadiah.