Pages

Saturday, 15 July 2017

Aku Menemukan Pewarna Hitam

Permainan sore hari ini sedikit luar biasa. Setelah berlarian dan bersepeda anak-anak berhamburan. Lalu salah seorang sepupu Cia mengambil kerikil dari batu bata dan mencoretkannya di paving, muncullah warna merah. Cia tampak mengamati saja.

Setelah beberapa lama, tiba-tiba Cia nyeletuk dengan bangga, "Aku nemu pewarna hitam! Lihat!" Sambil mencoretkan sesuatu ke paving dan berwarna hitam. Ternyata Cia menemukan arang. Tak butuh waktu lama anak-anak lain langsung mengerumuni dan mencoba arang tersebut bergantian.

Lucunya ketika mereka mencoba menghapus coretannya, justru membuat tangan mereka hitam. Bukannya takut, mereka malah mencari arang yang lain untuk semakin menghitamkan tangan mereka. Mereka sibuk menggosok-gosokkan arang ke paving lalu mengusapkan bekas gosokan tersebut ke tangan mereka. Alhasil seluruh telapak tangan mereka hitam legam.



Tak berhenti sampai di situ, kreatifitas mereka menggelitik apa yang akan terjadi jika mereka mengusapkan tangan hitam tersebut ke wajah mereka. Dan oh no.... Jadilah wajah coreng moreng hitam arang.


Setelah puas bereksperimen maka mereka harus segera membersihkan diri. Cia langsung mencoba membersihkan diri sendiri namun gagal. Akhirnya harus dibantu untuk menghilangkan seluruh noda arangnya. Tapi bahagianya Cia "berhasil menemukan pewarna hitam". Hihi.

Liburan kali ini precious :)

No comments:

Post a Comment